Desa Pagergunung terletak di atas 3 MPDL, mempunyao luas wilayah 167,125 Ha, yang berbatasan sebelah Utara dengan Desa Pamutih dan Bumirejo, sebelah Timur dengan Desa Wiyorowetan dan Desa Rowosari, Sebelah Selatan Desa Ambokulon Kec.Comal Dan Desa Ambowetan Kec.Ulujami, sebelah Barat dengan Desa Gandu Kec. Comal.
Desa Pagergunung berpenduduk sejumlah 8.473 jiwa laki-laki : 4.279, perempuan : 4.194, jumlah KK : 2530 , mayoritas beragama Islam dan mayoritas berusaha dibidang pertanian dan perdagangan.
Jarak Pemerintah Desa Pagergunung dengan Pusat Pemerintah Kecamatan : 3 Km, Kabupaten : 23 Km, Propinsi : 125 Km, Ibukota Negara : 386 Km.

Sejarah Desa

Desa Pagergunung adalah Desa Kolonisasi yang datang dari beberapa Daerah di Jawa Tengah dan terdiri dari beberapa Daerah. Desa Pagergunung pada mulanya adalah berasal dari hutan kawasan Negeri RI, pada tahun 1937 datanglah utusan dari Kerajaan Mataram yang ditugaskan untuk menghadang Penjajah Belanda dari Batavia. Utusan tersebut bersama dengan rombonganya yang berjumlah ratusan orang. Mereka diutus oleh Raja Mataram untuk menghadang Penjajah Belanda agar tidak masuk ke wilayah Kerajaan Mataram. Dalam pertempuran tersebut, utusan dari mataram mengalami kekalahan, disitu banyak prajurit yang gugur. Kemudian prajurit yang masih hidup pulang ke Mataram. Dalam perjalananya dari Batavia mereka singgah di suatu desa yang sekarang bernama Desa Pagergunung. Rombongan tersebut dipimpin oleh prajurit mataram yang bernama Mbah Teger. Setelah singgah di Desa tersebut, mereka menetap di Desa tersebut dan tidak mau pulang ke mataram karena malu pada rajanya. Setelah sekian lamanya menetap di Desa tersebut, kemudian desa tersebut diberi nama Tegergunung yang artinya Mbah Teger yang kuat dan kokoh seperti gunung. Tapi lama kelamaan masyarakat lebih mudah mengucap kata Tegergunung menjadi Pagergunung. Dan sampai sekarang desa tersebut di namakan Desa Pagergunung.

Pada tahun 1941 kepala Desa dijabat oleh Bekel yang administrasinya mengikuti Desa Pagergunung. Pada tahun 1943/1944 diadakan pemilihan Kepala Desa dan yang dipercaya untuk menjabat sebagai kepala Desa adalah LUTHO sampai dengan tahun 1945, yang selanjutnya dijabat oleh WONGSOPROYO ( 1945-1948) ,pada tahun 1950 digantikan oleh SURYADI dengan carik/sekdes WARGAM sampai dengan tahun 1955, dan pada tahun 1956 sampai 1963 dijabat oleh WARDJO dengan carik/sekdes WARGAM.

Pada tahun 1964 KARYADI menjabat kepala Desa sampai tahun 1969, karena sudah habis masa jabatannya maka diadakan Pemilihan Kepala Desa yang baru untuk masa jabatan 1970 sampai tahun 1979 di jabat oleh WAYO, kemudian Desa Pagergunung terus berkembang dengan Kepala Desa :

Tahun (1979-1980) Pjs. SAYUN dan CARBAN sebagai Sekdes

Tahun (1980-1984) Pjs. TASMIN dan TAYIB sebagai sekdes

Tahun (1985-1997) TASMIN dan TAYIB sebagai sekdes

Tahun (1998-2006) WALUYO  dan KARTONO sebagai sekdes

Tahun (2006-2012) TOHIRIN dan KARTONO sebagai Sekdes

Tahun (2012-2018 ) TOHIRIN dan RASDI sebagai Sekdes

Tahun (2018-Sekarang) ALIMIN sebagai Kepala Desa Terpilih