PENGARAHAN DAN BIMBINGAN IBU HAMIL DAN SUAMI DARI PUSKESMAS DAN BIDAN DESA

Penyampaian Bantuan sosial Tunai (BST) Desa Pagergunung Kec.Ulujami dari DD tahun 2020 Dampak Covid-19 oleh Kepala Desa Pagergunung Bp.ALIMIN hari Jum'at tanggal 22 mei 2020, sebelumnya hari Kamis sudah di bagikan BST dari Kabupaten Pemalang

Kegiatan pembangunan di Desa Pagergunung di tengah wabah Corona menghadapi bulan puasa dan Hari Raya " Perbaikan jembatan saluran tersier di Dusun IV Desa Pagergunung Kec.Ulujami Kab.Pemalang" supaya bisa di lalui masyarakat umum

Pembuatan jembatan Bambu penghubung RT 002 RW 01 menuju RT 004 RW 01 Dusun I Desa Pagergunung Kec.Ulujami Kab.Pemalang.

Pembagian Masker kepada masyarakat yang melintas di jalan Raya Desa Pagergunung

Bagi masyarakat Desa Pagergunun yang di PHK, pekerja yang di rumahkan, dan pelaku UMKM yang tidak bekerjakarena dampak COVID-19. Ada kesempatan yang baik untuk mendaftarkan diri untuk kartu prakerja.

Bantuan MASKER dari Tim TIGER POLRES Kab.Pemalang, untuk Relawan POSKO COVID-19 Desa Pagergunung Kec.Ulujami Kab.Pemalang

PENYEMPROTAN DISENFEKTAN BAGI PEMUDIK DARI LUAR KOTA YAITU DARI JAKARTA

POSKO COVID-19
DESA PAGERGUNUNG

RAPAT KOORDINASI SATUAN GUGUS TUGAS COVID-19 DESA PAGERGUNUNG KEC.ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG

PENAMBAHAN PERSONIL  DAN WAKTU PIKET DI BUAT 3 REGU

Penyemprotan disenfektan di tempat ibadah dan rumah warga Kepala Desa bersama dengan Bhabinluh POLSEK Ulujami

COVID-19, Semua merasakan efek dan dampak dari virus tersebut yang sangat mendunia, tak ketinggalan di Desa Pagergunung Kec.Ulujami Kab.Pemalang juga merasakan dampak virus tersebut, banyak masyarakat khawatir meluasnya COVID-19 apalagi  warga Desa Pagergunung banyak yang merantau di Jakarta yang menjadi Pusat penyebaran Virus Covid-19 yang pulang kampung, padahal sudah ada himbauan untuk tidak pulang kampung baik dari Jakarta maupun di daerah khusunya Desa Pagergunung, melaui Poster maupun Medsos. 

Selain itu Desa Pagergunung juga melakukan upaya Pencegahan COVID-19 lainya melalui Penyemprotan tempat ibadah, Sekolah, madarasah juga rumah penduduk  dan juga Kantor Balai Desa Pagergunung

seiring dengan berjalan waktu suasana sangat mencekam dan kekhatiran warga semakin risau, apalagi banyak daerah yang memberlakukan Lockdown, dan banyak pula warga yang merantau pada pulang kampung, untuk mengantisipasi perantau dari luar kota Desa Pagergunung melakukan pencegahan diantaranya adalah  membuat POSKO GUGUS TUGAS Penanganan COVID-19, dan tempat screning bagi warga yang baru datang dari luar kota untuk melapor ke balai Desa dan diadakan penyemprotan Disenfektan .

POSKO ini dibuat berdasarkan surat dari Kementrian dan juga dari BUPATI Pemalang  

" Giat Bhabinsa dan BhabinKantibmas dari Polsek Ulujami dan Koramil Ulujami sambangi Pemerintah Desa Pagergunung dalam rangka koordinasi dengan jajaran perangkat Desa Pagergunung."

Desa Pagergunung terletak di atas 3 MPDL, mempunyao luas wilayah 167,125 Ha, yang berbatasan sebelah Utara dengan Desa Pamutih dan Bumirejo, sebelah Timur dengan Desa Wiyorowetan dan Desa Rowosari, Sebelah Selatan Desa Ambokulon Kec.Comal Dan Desa Ambowetan Kec.Ulujami, sebelah Barat dengan Desa Gandu Kec. Comal.
Desa Pagergunung berpenduduk sejumlah 8.473 jiwa laki-laki : 4.279, perempuan : 4.194, jumlah KK : 2530 , mayoritas beragama Islam dan mayoritas berusaha dibidang pertanian dan perdagangan.
Jarak Pemerintah Desa Pagergunung dengan Pusat Pemerintah Kecamatan : 3 Km, Kabupaten : 23 Km, Propinsi : 125 Km, Ibukota Negara : 386 Km.

Sejarah Desa

Desa Pagergunung adalah Desa Kolonisasi yang datang dari beberapa Daerah di Jawa Tengah dan terdiri dari beberapa Daerah. Desa Pagergunung pada mulanya adalah berasal dari hutan kawasan Negeri RI, pada tahun 1937 datanglah utusan dari Kerajaan Mataram yang ditugaskan untuk menghadang Penjajah Belanda dari Batavia. Utusan tersebut bersama dengan rombonganya yang berjumlah ratusan orang. Mereka diutus oleh Raja Mataram untuk menghadang Penjajah Belanda agar tidak masuk ke wilayah Kerajaan Mataram. Dalam pertempuran tersebut, utusan dari mataram mengalami kekalahan, disitu banyak prajurit yang gugur. Kemudian prajurit yang masih hidup pulang ke Mataram. Dalam perjalananya dari Batavia mereka singgah di suatu desa yang sekarang bernama Desa Pagergunung. Rombongan tersebut dipimpin oleh prajurit mataram yang bernama Mbah Teger. Setelah singgah di Desa tersebut, mereka menetap di Desa tersebut dan tidak mau pulang ke mataram karena malu pada rajanya. Setelah sekian lamanya menetap di Desa tersebut, kemudian desa tersebut diberi nama Tegergunung yang artinya Mbah Teger yang kuat dan kokoh seperti gunung. Tapi lama kelamaan masyarakat lebih mudah mengucap kata Tegergunung menjadi Pagergunung. Dan sampai sekarang desa tersebut di namakan Desa Pagergunung.

Pada tahun 1941 kepala Desa dijabat oleh Bekel yang administrasinya mengikuti Desa Pagergunung. Pada tahun 1943/1944 diadakan pemilihan Kepala Desa dan yang dipercaya untuk menjabat sebagai kepala Desa adalah LUTHO sampai dengan tahun 1945, yang selanjutnya dijabat oleh WONGSOPROYO ( 1945-1948) ,pada tahun 1950 digantikan oleh SURYADI dengan carik/sekdes WARGAM sampai dengan tahun 1955, dan pada tahun 1956 sampai 1963 dijabat oleh WARDJO dengan carik/sekdes WARGAM.

Pada tahun 1964 KARYADI menjabat kepala Desa sampai tahun 1969, karena sudah habis masa jabatannya maka diadakan Pemilihan Kepala Desa yang baru untuk masa jabatan 1970 sampai tahun 1979 di jabat oleh WAYO, kemudian Desa Pagergunung terus berkembang dengan Kepala Desa :

Tahun (1979-1980) Pjs. SAYUN dan CARBAN sebagai Sekdes

Tahun (1980-1984) Pjs. TASMIN dan TAYIB sebagai sekdes

Tahun (1985-1997) TASMIN dan TAYIB sebagai sekdes

Tahun (1998-2006) WALUYO  dan KARTONO sebagai sekdes

Tahun (2006-2012) TOHIRIN dan KARTONO sebagai Sekdes

Tahun (2012-2018 ) TOHIRIN dan RASDI sebagai Sekdes

Tahun (2018-Sekarang) ALIMIN sebagai Kepala Desa Terpilih